TestForge

Dasar-Dasar QAPelajaran 13 dari 13

English

Tester di dalam sebuah sprint

Apa yang Anda lakukan di tiap ceremony, cara menulis acceptance criteria yang bisa diuji, dan cara menghindari jebakan mini-waterfall.

11 mntDasar-Dasar QA

Jebakannya lebih dulu

Kebanyakan tim yang bilang "kami Agile" sebenarnya menjalankan mini-waterfall: developer membangun selama delapan hari, melempar hasilnya di hari kesembilan, dan QA punya satu setengah hari untuk menguji segalanya. Sprint demi sprint, pengujian jadi bagian yang terjepit, dan kualitas berubah menjadi negosiasi dengan kalender.

Obatnya bukan kepahlawanan di hari kesembilan. Obatnya adalah terlibat sejak hari nol.

Tugas Anda, ceremony demi ceremony

Backlog refinement — jam paling berdaya ungkit dalam sprint Anda. Anda membaca story-nya sebelum siapa pun mengestimasi, lalu mengajukan pertanyaan yang mengubah asumsi menjadi keputusan:

  • Apa yang seharusnya terjadi kalau gagal? (jaringan, pembayaran, hak akses)
  • Di mana batas-batas angka itu?
  • Apa yang terjadi pada data yang sudah ada — apakah ada migrasi?
  • Siapa yang tidak boleh melakukan ini? Peran mana yang dikecualikan?
  • Bagaimana kita akan tahu ini berhasil di produksi?

Setiap pertanyaan itu lebih murah diajukan di sini daripada di mana pun setelahnya.

Sprint planning — buat pengujian terlihat. Usaha pengujian adalah bagian dari estimasi, bukan pajak yang dibayar belakangan. Kalau sebuah story tidak bisa diuji di dalam sprint, itu fakta perencanaan, bukan masalah QA.

Daily stand-up — apa yang sedang Anda uji, apa yang menghambat, apa yang berisiko tidak bisa diuji sebelum sprint berakhir.

Selama sprint — uji tiap story begitu ia siap, bukan semuanya di akhir. Berpasanganlah dengan developer sebelum mereka menyebutnya selesai; lima menit "apa yang terjadi kalau saya begini?" di meja mereka mengalahkan satu laporan cacat besok.

Sprint review / demo — sering kali Andalah yang paling mengenal fiturnya. Demokan juga kasus tepinya, bukan cuma happy path.

Retrospective — bawa bukti, bukan firasat: cacat yang lolos, ke mana waktunya benar-benar habis, story mana yang datang dalam keadaan tak bisa diuji.

Acceptance criteria yang bisa diuji

Artefak paling berguna yang bisa Anda pengaruhi. Given/When/Then bekerja karena ia memaksa data yang konkret:

Given sebuah keranjang berisi 1 × SKU-1042 dan stok 0 When pelanggan mengeklik Checkout Then halaman keranjang menampilkan "Kaos Polos stoknya habis — hapus untuk melanjutkan" dan tidak ada pesanan yang dibuat

Bandingkan dengan: "Checkout harus menangani item yang stoknya habis dengan semestinya." Yang kedua tidak bisa membuat sebuah pengujian gagal, artinya ia juga tidak bisa membuatnya lulus.

Doronglah kriteria yang menyebutkan datanya, pemicunya, dan hasil yang bisa diamati. Kalau Anda berhasil memasukkan itu ke refinement, separuh perancangan pengujian Anda sudah selesai — dan begitu pula milik developer.

Definition of Done

Standar bersama tim untuk "selesai". DoD yang memuat pengujian tampak seperti ini:

  • Acceptance criteria tercakup oleh pengujian, dan pengujiannya lulus
  • Tidak ada cacat critical atau high yang terbuka pada story ini
  • Regresi di sekitar area yang tersentuh sudah dijalankan
  • Otomasi ditambahkan atau ditunda secara eksplisit dengan alasan
  • Dokumentasi/release note diperbarui

Nilainya bukan pada daftarnya; nilainya pada berhentinya "selesai" menjadi sekadar pendapat.

Kuadran pengujian agile, sekilas

Peta untuk "pengujian macam apa sebenarnya yang sedang kita bicarakan":

Menghadap bisnisMenghadap teknologi
Mendukung timQ2: pengujian fungsional, story test, contohQ1: unit & component test
Mengkritik produkQ3: eksploratori, usability, UATQ4: performa, keamanan, keandalan

Kebanyakan tim mengerjakan Q1 dan Q2 lalu melupakan Q3 dan Q4 sampai ada yang terbakar. Mengenal petanya saja sudah cukup untuk melontarkan pertanyaannya saat planning.

Risk-based testing dalam satu paragraf

Waktu Anda tidak akan pernah cukup untuk semuanya, jadi urutkan berdasarkan dampak × kemungkinan. Pembayaran dan hak akses berdampak tinggi; area yang baru berubah, rumit, atau punya riwayat banyak bug berkemungkinan tinggi. Uji sudut kanan atasnya secara mendalam, ambil sampel sisanya, dan tuliskan apa yang tidak Anda cakup. Bagian terakhir itulah yang menjadikannya strategi alih-alih alasan — dan itu versi profesional dari prinsip 2.

Di mana track ini berakhir

Sekarang Anda punya kosakatanya dan empat teknik perancangan intinya, dan Anda bisa menulis test case serta laporan bug yang tahan ditinjau. Itu sungguh-sungguh standar untuk sebuah posisi QA junior.

Berikutnya adalah mengerjakannya dalam kondisi nyata: perencanaan, pengujian eksploratori, API, SQL, dan melaporkan kepada orang yang tidak membaca test case — track Manual QA Professional. Dari sana, otomasi.

Periksa pemahaman Anda

  • Sebutkan tiga pertanyaan yang akan Anda ajukan tentang sebuah story saat refinement.
  • Tulis ulang "Login harus aman" menjadi acceptance criterion yang bisa diuji.
  • Sprint Anda berupa mini-waterfall. Apa hal pertama yang akan Anda ubah, dan di ceremony mana itu terjadi?

Uji pemahaman Anda

3 pertanyaan. Tidak perlu akun, dan tidak ada yang dikirim ke mana pun selain ke pemeriksa jawaban.

  1. 1. Tim Anda membangun selama delapan hari dan menyerahkan semuanya ke QA di hari kesembilan. Di mana tempat paling berdaya ungkit untuk turun tangan?

  2. 2. Acceptance criterion mana yang benar-benar bisa membuat sebuah pengujian gagal?

  3. 3. Mana yang layak berada dalam Definition of Done yang memuat pengujian?(pilih semua yang sesuai)

Jawab semua pertanyaan dulu.