TestForge

Bab 3 — Pengujian statis

Review, proses review-nya, dan apa yang ditangkap analisis statis yang tidak bisa ditangkap eksekusi.

18 mntPersiapan Ujian Foundation Level

Berapa harga bab ini

Bab 3 menyumbang 4 dari 40 pertanyaan di paket latihan kami — bab terkecil kedua — tersebar di 8 tujuan pembelajaran, semuanya K1 atau K2.

BagianTujuanYang diinginkannya
3.1 Dasar-dasar pengujian statis3Apa yang bisa diperiksa, nilainya, statis versus dinamis
3.2 Umpan balik dan proses review5Umpan balik dini, aktivitasnya, perannya, jenisnya, faktor keberhasilannya

Bab kecil, kerapatan tinggi: lima tujuan pembelajaran di §3.2 sebagian besar berupa daftar yang Anda ketahui atau tidak, dan itu menjadikannya bab termurah per jam pengulangan belajar di seluruh silabusnya. Dua hal yang andal menggerus nilai adalah siapa memimpin jenis review yang mana dan apa yang ditemukan pengujian statis yang tidak bisa ditemukan pengujian dinamis.

3.1 Dasar-dasar pengujian statis

Pengujian statis tidak mengeksekusi perangkat lunaknya. Ia punya dua bentuk: review atas work product oleh manusia, dan analisis statis oleh alat, yang memeriksa kode dan artefak lain tanpa menjalankannya.

Apa yang bisa diperiksa secara statis? Nyaris apa pun yang bisa dibaca: kebutuhan dan spesifikasi, kode sumber, desain dan model, test plan, test case dan test charter, item product backlog, kontrak, dan dokumentasi pengguna. Batas praktisnya yang perlu diingat — ia harus terdokumentasi. Pengetahuan yang hanya hidup di kepala seseorang tidak bisa di-review.

Kenapa ia layak dikerjakan. Empat argumen, dan yang kedua adalah yang bisa diujikan:

  1. Ia menemukan cacat lebih awal, ketika ia paling murah diperbaiki — prinsip ketiga bab 1 diterapkan.
  2. Ia menemukan cacat yang sama sekali tidak bisa ditemukan pengujian dinamis: kode yang tak terjangkau atau mati, dan — jauh lebih penting — cacat di dalam test basis-nya sendiri. Kerancuan, ketidakkonsistenan, kelalaian, duplikasi, dan kebutuhan yang tidak bisa diuji semuanya tak terlihat oleh eksekusi, karena tidak ada yang bisa dieksekusi.
  3. Ia membangun pemahaman bersama dan kesepakatan antarpeserta.
  4. Ia memperbaiki keterawatan dan konsistensi produknya.

Poin kedua itu adalah pusat gravitasi babnya: kebutuhan yang bertentangan dengan dirinya sendiri akan lolos dari setiap pengujian yang bisa Anda tulis terhadapnya, karena pengujiannya mewarisi kontradiksinya.

Statis versus dinamis, dan perbedaan yang diinginkan ujiannya dengan tepat:

Pengujian statisPengujian dinamis
Perangkat lunaknya berjalan?TidakYa
MenemukanCacat, secara langsungFailure, dari mana cacatnya ditemukan
Bisa dimulaiSegera setelah sebuah draf adaBegitu ada sesuatu yang bisa dieksekusi
Juga menilaiKeterawatan, konsistensi, keterujianPerilaku pada kondisi tertentu

Keduanya bertujuan memperbaiki kualitas dan keduanya menemukan cacat — tujuan bersama itulah yang membuat pertanyaan bisa membuat keduanya terdengar bisa saling menggantikan. Pemisahnya adalah pengujian dinamis mengamati sebuah failure lalu menyimpulkan adanya cacat, sementara sebuah review membaca cacatnya langsung dari halamannya.

3.2 Umpan balik dan proses review

Kenapa umpan balik stakeholder yang dini dan sering. Ia menyingkap risiko lebih awal, mencegah kesalahpahaman tentang kebutuhannya, dan membuat timnya membangun apa yang benar-benar dibutuhkan pelanggannya alih-alih menemukan jurangnya saat acceptance. Alternatifnya adalah pengerjaan ulang yang mahal, dan silabusnya membingkainya persis begitu.

Proses review punya lima aktivitas, dan semuanya bisa diujikan urutannya:

AktivitasYang terjadi
PerencanaanTetapkan cakupan, tujuan, jenis, peran, entry dan exit criteria
Inisiasi reviewBerikan kepada peserta work product-nya dan semua yang mereka butuhkan
Review individuTiap reviewer memeriksanya sendirian dan mencatat calon cacat
Komunikasi dan analisisDiskusikan, putuskan apa yang benar-benar cacat, sepakati tindakannya
Perbaikan dan pelaporanPenulisnya memperbaiki; cacatnya dilaporkan dan statusnya dilacak

Perhatikan bahwa review individu datang sebelum rapatnya, dan bahwa sebagian besar nilai sebuah review terwujud di sana. Itu juga sebabnya "peserta punya waktu untuk bersiap" adalah salah satu faktor keberhasilannya.

Perannya, dan tanggung jawabnya:

PeranTanggung jawab
ManajerMemutuskan apa yang di-review, mengalokasikan waktu dan sumber daya
PenulisMenulis work product-nya; memperbaiki cacat yang ditemukan
Moderator / fasilitatorMenjalankan rapatnya, menjaganya efektif dan aman
Notulis / pencatatMencatat cacat yang ditemukan dan keputusan yang diambil
ReviewerMemeriksa work product-nya dan melaporkan calon cacat
Pemimpin reviewMemikul tanggung jawab keseluruhan, memutuskan siapa yang ikut, menjadwalkannya

Satu orang bisa memegang lebih dari satu peran — aturan yang sama yang diberikan bab 1 untuk peran test management dan testing.

Empat jenis review-nya, dengan formalitas yang meningkat. Tabel inilah tempat nilai babnya berada:

JenisDipimpin olehCiri
Review informalTanpa proses formalTidak mensyaratkan output terdokumentasi; murah, lazim, berguna
WalkthroughPenulisnyaPenulis memandu kelompoknya menyusurinya; berbasis skenario; bisa mencakup persiapan
Technical reviewSeorang moderator terlatih (bukan penulisnya)Rekan sejawat yang berkualifikasi teknis; menuju kesepakatan dan keputusan teknis
InspectionSeorang moderator terlatih (bukan penulisnya)Paling formal: peran yang ditetapkan, entry dan exit criteria, metrik dikumpulkan, perbaikan proses

Pertanyaan ujiannya di sini nyaris selalu "siapa yang memimpinnya". Walkthrough adalah yang dipimpin penulisnya; technical review dan inspection sengaja tidak, karena penulis adalah orang yang paling tidak mampu melihat kelalaiannya sendiri.

Apa yang membuat sebuah review berhasil — daftar K1, dan yang diujikan adalah butir-butir manusiawinya:

  • tujuan yang jelas dan disepakati, dan jenis review yang tepat untuk tujuan itu, orang-orangnya, dan situasinya
  • work product di-review dalam potongan kecil, supaya perhatiannya bertahan
  • peserta diberi waktu yang memadai untuk bersiap
  • umpan balik disampaikan secara membangun — cacat diangkat tentang work product-nya, bukan tentang penulisnya
  • manajemen mendukungnya, dan ia bagian dari budaya organisasinya
  • pesertanya terlatih, dan rapatnya dipimpin dengan baik

Budaya review mati oleh umpan balik yang terbaca sebagai kritik pribadi, dan silabusnya menyatakannya; pertanyaan yang menawarkan "cacat diatribusikan kepada individu yang bertanggung jawab" sebagai faktor keberhasilan sedang menawarkan faktor kegagalan.

Perbedaan yang menentukan nilai

Pasangan yang tertukarGaris pemisahnya
Statis / dinamisMenemukan cacat secara langsung / mengamati failure lalu menyimpulkan cacat
Walkthrough / inspectionDipimpin penulisnya / dipimpin moderator terlatih, paling formal
Technical review / inspectionKesepakatan dan keputusan teknis / formal, metrik, entry-exit criteria
Review / analisis statisManusia membaca sebuah work product / alat memeriksanya tanpa dieksekusi
Review individu / rapatnyaPersiapan, tempat sebagian besar nilainya / diskusi dan keputusan
Peran penulisnyaMemperbaiki cacat; tidak pernah memimpin technical review atau inspection
Umpan balik membangun / atribusiSebuah faktor keberhasilan / hal yang membunuh praktiknya

Latih dengan drill

Delapan pertanyaan, tanpa batas waktu, setiap jawabannya dijelaskan:

Kuis bab 3 → — simulator ujiannya berbahasa Inggris.

Bab ini lebih menghadiahi bacaan kedua daripada bab mana pun — daftarnya pendek, dan pertanyaannya diambil nyaris langsung darinya.

Selanjutnya: Bab 4 — test analysis dan design, bab terbesar di silabusnya dan yang pertama punya tujuan pembelajaran K3, tempat Anda harus menerapkan sebuah teknik alih-alih mengenalinya.

Uji pemahaman Anda

3 pertanyaan. Tidak perlu akun, dan tidak ada yang dikirim ke mana pun selain ke pemeriksa jawaban.

  1. 1. Jenis review mana yang dipimpin oleh penulis work product-nya?

  2. 2. Apa yang bisa ditemukan pengujian statis yang tidak bisa ditemukan pengujian dinamis?

  3. 3. Mana di antara ini yang merupakan faktor keberhasilan review sebagaimana disajikan silabusnya?(pilih semua yang sesuai)

Jawab semua pertanyaan dulu.

ISTQB® adalah merek dagang terdaftar milik International Software Testing Qualifications Board. TestForge QA Academy tidak berafiliasi dengan, tidak didukung oleh, dan tidak terakreditasi oleh ISTQB maupun member board mana pun di bawahnya. Soal latihan ditulis berdasarkan learning objective pada silabus yang diterbitkan dan bukan salinan dari ujian sungguhan mana pun.